Sandangsari Collection

Mulai merintis usaha dibidang fesyen sejak tahun 2007, kini busana payet produksi Sandang Sari Collection milik Deden Mustofa semakin merambah ke berbagai kota di Indonesia.

Payet produksi kampung Arjasari, Desa Cikujang, Kecamatan Serang Panjang ini sudah menjadi langganan pecinta fashion di Bandung, Jakarta, beberapa Kota di Jawa Tengah, Bandar Lampung, Surabaya, hingga Bali. Bahkan busana yang dibuat di ujung selatan Kabupaten Subang ini juga digemari warga Malaysia. Namun, untuk pasar Malaysia ia mengaku belum sanggup memenuhinya, terkait kapasitas produksi yang belum memadai.

Harga busana payet buatannya bervariasi tergantung kerumitan payetnya. Yang termahal satu busana bisa mencapai harga Rp. 5 juta. Untuk mengerjakan payet tersebut Deden dibantu warga sekitar kampungnya. Namun karena masih kurang tenaga, ia pun terpaksa mengerjakan sebagian pesanan langganannya di Bandung. Dirinya hanya membuat pola busana untuk kemudian dijahit di Bandung.

1

Pada awal usahanya sekitar tahun 2007 lalu, dirinya hanya memiliki modal Rp. 5 juta. Setelah resign dari tempatnya bekerja, berbekal kemampuan menjahit yang ia pelajari secara otodidak dirinya kemudian mencoba membuat busana payet. Ketika itu ia berusaha menjualnya dengan menawarkan dari toko ke toko hingga ke Jawa Tengah. Gayung bersambut, ternyata payet buatannya digemari masyarakat, hingga akhirnya pesanan terus mengalir kepadanya.

Alamat :

Kp. Arjasari RT 10 RW 04 Desa Cikujang, Kec. Serangpanjang, Kab. Subang
HP : 0877 2663 9367 / 0812 2124 4339